Pencegahan Kanker Serviks

Meskipun belum diketahui secara pasti bagaimana mencegah kanker serviks. Kita dapat mencegah kanker dengan mengendalikan faktor-faktor penyebabnya. Berikut adalah cara untuk mencegah timbulnya kanker serviks :

1. Lakukan screening

lakukan screening
Gambar dari gzkaiyu.com

Screening kanker serviks atau yang juga disebut dengan pap smear adalah metode untuk memeriksa kesehatan sel pada jaringan organ leher rahim. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sel dari leher rahim dan diperiksa secara mikroskopis. Tujuan tes ini adalah untuk mengetahui apabila terjadi kelainan pada sel leher rahim yang berpotensi menjadi kanker.

Wanita usia 25-49 sebaiknya rutin melakukan pap smear tiga tahun sekali. Pemeriksaan rutin pap smear dapat dihentikan apabila anda sudah berusia lebih dari 65 tahun dan selalu mendapatkan hasil tes yang normal. Hal ini juga berlaku pada wanita yang sudah melakukan operasi pengangkatan rahim yang disebabkan oleh penyakit non-kanker lainnya seperti fibroid.

2. Menjaga berat badan

Kunci dari tubuh yang sehat adalah berat badan yang normal. Perbanyak konsumsi buah dan sayur serta rutin berolahraga dapat menghindarkan anda dari penyakit kanker serviks.

3. Lakukan hubungan sex dengan cara yang aman

Virus HPV merupakan penyebab kanker yang ditularkan melalui hubungan seksual. Oleh sebab itu, hindari melakukan hubungan intim dengan cara anal sex atau melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.

4. Hindari kehamilan dibawah umur

pernikahan dini
Gambar dari www.grannyslittlemunchkins.com

Kehamilan dibawah umur tidak dianjurkan dan hal ini tidak hanya berpotensi mengakibatkan kanker tetapi juga meningkatkan resiko penyakit lain. Usia yang tepat untuk memulai masa kehamilan adalah diatas 25 tahun.

5. Jauhi rokok

Wanita yang merokok lebih mudah terkena kanker dan penyakit lain. Sebisa mungkin hindari asap rokok, karena meskipun anda bukan perokok, menghirup zat kimia yang berasal dari asap rokok juga meningkatkan resiko terkena kanker.

Demikian penjelasan mengenai penyebab dan gejala kanker serviks beserta pencegahannya. Penyakit kanker tidak timbul secara tiba-tiba, sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini agar anda terbebas dari resiko mengidap penyakit ini.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks Ini, Akibatnya Bisa Fatal

Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Ada banyak jenis kanker yang diketahui dan penamaan jenis kanker tersebut disesuaikan dengan nama organ dimana sel kanker tersebut tumbuh dan berkembang.

Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal sebagai kanker serviks, adalah kanker yang tumbuh dan berkembang pada leher rahim wanita. Leher rahim atau serviks adalah bagian dari saluran reproduksi wanita yang menghubungkan vagina dengan rahim atau uterus.

Penyebab kanker Serviks

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kanker serviks disebabkan karena infeksi virus HPV. Virus ini menginfeksi leher rahim dalam waktu yang singkat dan menetap, serta menginvasi bagian dalam sel dinding leher rahim dalam jangka waktu yang lama.

transmisi virus HPV

Dari gambar diatas, diketahui bahwa virus HPV yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual menginfeksi jaringan sel pada dinding rahim. Setelah beberapa minggu, virus akan berkembang biak dan menyebabkan meluasnya infeksi pada leher rahim.

Infeksi virus HPV tidak menimbulkan gejala serius pada tahap awal, akan tetapi dapat dengan mudah dikenali dengan pemeriksaan pap-smear sehingga hampir 90% kasus infeksi HPV dapat ditangani dan pasien bisa sembuh total dalam jangka waktu maksimal 2 tahun.

Jika infeksi HPV tidak segera ditangani, maka dalam jangka waktu 10 hingga 30 tahun kemudian infeksi ini akan berubah menjadi kanker yang mematikan.

Tahapan-tahapan kanker serviks

Setelah infeksi virus HPV menjalar hingga ke bagian dalam jaringan, selanjutnya dimulailah tahapan perkembangan jaringan kanker. Ada beberapa tahapan atau stadium yang menandakan perkembangan jaringan kanker pada leher rahim.

Tahapan ini berpengaruh pada tingkat keparahan suatu kanker dan penanganan yang harus dilakukan. Berikut ini adalah tahapan-tahapan perkembangan sel kanker pada leher rahim :

Tahapan kanker serviks

Tahap Awal IA

Pada rahim yang normal tidak ditemukan pembengkakan pada jaringan. Tahap awal perkembangan kanker dimulai dari pembengkakan pada ujung leher rahim yang lokasinya dekat dengan vagina. Pada tahap awal, kanker belum menunjukkan gejala-gejala yang fatal dan belum bisa dikenali.

Pada tahap ini jaringan kanker masih berukuran sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Tahap 1A menandakan jaringan kanker masih berukuran sekitar 3-5 milimeter dengan diameter kurang dari 7 milimeter.

Tahap IB

Pada tahap IB jaringan kanker mulai membesar, tetapi masih berada dalam jaringan serviks. Ukuran jaringan kanker pada tahap ini tidak lebih dari 4 centimeter.

Tahap IIA dan IIB

Pada tahap II kanker serviks, jaringan kanker mulai menyebar ke area lain yang berada disekitar leher rahim dan terus menginfeksi jaringan diluar leher rahim. Pada tahap ini dibagi menjadi dua tahapan lagi yakni tahap IIA dan IIB.

Pada tahap IIA jaringan kanker mulai tumbuh pada bagian atas vagina dan biasanya akan ditangani dengan operasi pengangkatan jaringan tumor yang dikombinasikan dengan kemoterapi dan kemoradiasi. Pada tahap IIB kanker sudah merambat hingga jaringan diluar leher rahim dan vagina dan beresiko menyebarkan sel kanker pada organ lain melalui peredaran darah. Pada tahap dua, pasien hanya dapat menjalani pengobatan kemoterapi atau kemoradiasi.

Gejala Kanker Serviks

Gejala kanker serviks

Gejala-gejala kanker serviks tidak nampak pada tahapan awal dan umumnya terjadi pada tahapan akhir perkembangan sel kanker pada organ genital. Gejala-gejala tersebut meliputi :

1. Pendarahan

Gejala utama dari kanker serviks adalah munculnya pendarahan vagina baik pendarahan setelah berhubungan seksual, saat buang air besar, menstrruasi yang berkepanjangan atau tidak normal, serta pendarahan yang terjadi setelah masa menopouse. Jika anda mengalami pendarahan seperti yang disebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya,.

2. Keluar cairan vagina yang tidak normal

Tubuh biasanya menghasilkan cairan untuk melumasi bagian dalam vagina, akan tetapi jika ditemukan darah pada cairan vagina atau keputihan yang berlebih ada baiknya segera lakukan pengecekan.

3. Kaki bengkak

Pada pasien kanker serviks biasanya ditemukan pembengkakan pada kaki. Pembengkakan ini merupakan tanda bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut.

4. Nyeri punggung

Penderita kanker serviks akan merasakan nyeri yang amat menggangu pada bagian punggung. Gejala ini biasanya terjadi pada stadium lanjut kanker serviks dan menandakan bahwa jaringan kanker telah meluas ke bagian luar leher rahim.

5. Pusing dan kelelahan

Pada stadium lanjut, penderita akan sering mengalami pusing dan kelelahan. Kondisi ini akan menjadi semakin buruk hingga menyebabkan kehilangan kesadaran jika tidak segera ditangani.

6. Nyeri perut

Tidak hanya mengalami nyeri punggung, penderita kanker serviks juga akan merasakan sakit dan nyeri di bagian perut. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh menghasilkan zat prostaglandin saat menangkal infeksi dan zat ini dapat menimbulkan rasa sakit pada perut.

7. Turunnya berat badan secara drastis

Penderita kanker stadium akhir akan mengalami cachexia, yakni hilangnya berat badan serta massa otot. Kondisi ini juga disertai dengan hilangnya nafsu makan dan tubuh akan merasa lemas. Cachexia terjadi dikarenakan metabolisme tubuh yang terganggu oleh jaringan kanker dan juga bisa terjadi karena efek dari kemoterapi.

Faktor Yang Paling Beresiko Kanker Serviks

Menurut data dari Globocan 2012 diatas, kanker serviks menempati posisi ketiga setelah kanker payudara dan kanker kolorektal. Dengan persentase kasus 14% dan persentase kematian 6,8% menunjukkan bahwa jenis kanker ini sangat ditakuti oleh semua orang, khususnya wanita.

Setiap wanita beresiko terkena kanker serviks dan resiko mengidap kanker serviks meningkat apabila anda memiliki faktor resiko berikut ini :

1. Infeksi HPV (Human Pappiloma Virus)

Human pappiloma virus adalah kelompok yang terdiri dari 150 lebih jenis virus dan ditularkan melalui hubungan seksual baik secara vaginal maupun oral.

Infeksi HPV dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius pada organ mulut dan genital, tetapi virus ini tidak mampu menyerang organ dalam tubuh seperti jantung dan paru-paru. Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker pada organ genitalia wanita seperi serviks, vagina, endometrium dan ovari.

2. Merokok

Merokok dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena rokok mengandung zat kimia yang dapat merusak DNA pada sel jaringan serviks dan melemahkan sistem kekebalan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV. Perokok aktif maupun pasif memiliki resiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

3. Bergonta-ganti pasangan

Melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan resiko kanker serviks, karena virus HPV yang menyebabkan infeksi pada leher rahim ditularkan melalui hubungan seksual.

4. Kurangnya konsumsi buah dan sayur

Kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan resiko kanker serviks. Sayur dan buah mengandung antioksidan yang merupakan penangkal infeksi dan radikal bebas, serta berfungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh.

5. Kelebihan berat badan

Wanita yang memiliki kelebihan berat badan memiliki resiko yang lebih tinggi mengidap adenokarsinoma kanker.

6. Kontrasepsi oral (pil kb)

Wanita yang rajin mengkonsumsi kontrasepsi oral atau pil KB dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari lima tahun beresiko dua kali lebih besar mengidap kanker serviks.

7. Kehamilan

Faktor kehamilan juga berpengaruh terhapap tingginya resiko kanker serviks. Wanita yang hamil dibawah usia 17 tahun memiliki resiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang hamil diatas usia 25 tahun.

Sementara itu, wanita yang pernah hamil lebih dari 3 kali semasa hidupnya juga memiliki resiko yang lebih besar mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena sistem hormonal yang berubah-ubah dan lemahnya sistem kekebalan tubuh disaat kehamilan.

8. Riwayat keluarga

Sama halnya dengan kanker payudara, kanker ini juga diturunkan secara genetis. Jika seorang wanita mempunyai ibu atau saudara perempuan yang mengidap kanker serviks, maka ia meiliki resiko 2 – 3 kali lebih besar untuk mengidap kanker serviks. Hal ini disebabkan karena faktor ketidakmampuan tubuh dalam menangkal infeksi virus HPV dapat diturunkan pada generasi selanjutnya.

Gejala Demam Berdarah

Demam berdarah dengue atau dikenal juga dengan sebutan DBD adalah salah satu penyakit menular yang biasanya terjadi pada musim hujan. Demam berdarah disebabkan oleh infeksi salah satu dari 4 virus dengue (Tipe 1, 2 , 3, dan 4 ) dari family Flaviviridae yang disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty.

Demam berdarah ditandai dengan rendahnya kadar trombosit atau keping darah dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena virus dengue menyerang sumsum tulang belakang yang memrpoduksi trombosit. Kadar trombosit pada pasien demam berdarah kurang dari 100.000. Rendahnya trombosit menyebabkan darah tidak dapat mempertahankan kekentalannya sehingga darah dapat keluar melalui pori – pori kulit dan menyebabkan pendarahan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), demam berdarah adalah salah satu penyakit yang cukup fatal dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi, yakni dengan 30 kematian diantara 100 kasus. Demam berdarah dikategorikan sebagai penyakit yang paling cepat menular dan menyebar di dunia.

Jika nyamuk Aedes aegepty menghisap darah seseorang, ia akan mentransfer virus dengue ke dalam tubuh orang tersebut. Selanjutnya virus yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami masa inkubasi selama 3-10 hari. Mulanya sebagian besar pasien demam berdarah justru tidak menunjukkan gejala apapun atau hanya mengalami demam ringan pada awalnya.

Gejala demam berdarah terkadang memang sulit dikenali dan seringkali dokter salah mendiagnosa gejalanya sebagai penyakit lain seperti tipes. Agar pasien demam berdarah tidak mengalami keterlambatan dalam penanganan, ada baiknya kita mengenali gejala – gejala yang spesifik ditimbulkan oleh infeksi virus demam berdarah. Berikut adalah gejala yang biasanya dialami oleh pasien demam berdarah :

1. Demam tinggi

Demam adalah salah satu indikasi seseorang mengalami gangguan dalam tubuhnya termasuk saat virus dengue menjangkiti tubuh seseorang. Sebenarnya, demam merupakan mekanisme alami kekebalan sebagai tanda bahwa tubuh sedang memberikan perlawanan terhadap infeksi pathogen. Tubuh akan meningkatkan temperatur maksimal untuk mematikan pathogen virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Pada penderita demam berdarah akan terjadi dalam beberapa fase yang biasanya dikenal sebagai fase pelana kuda. Pada fase pertama, biasanya terjadi pada tiga hari setelah masa inkubasi. Pasien akan mengalami demam yang sangat tinggi hingga temperatur tubuh mencapai 40 derajat celcius.

Pada fase kedua demam akan turun, namun meskipun demam turun, fase ini adalah fase yang kritis dan berbahaya karena biasanya pasien atau keluarganya akan menganggap dirinya telah sembuh dan mnegakibatkan terlambatnya penanganan demam berdarah.

Fase ketiga adalah fase penyembuhan dimana tubuh kembali mengalami demam tinggi dan kadar trombosit mulai meningkat.

2. Sakit Kepala

Pasien demam berdarah juga biasanya mengalami sakit kepala hebat. Sakit kepala merupakan salah satu tanda atau gejala suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus.

Pada saat tubuh terinfeksi virus, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi interferon dan zat kimia lain yang dapat memicu timbulnya rasa sakit di kepala.

3. Mual

gejala demam berdarah

Gejala lain yang ditimbulkan oleh infeksi virus dengue adalah mual atau dalam istilah medis disebut nausea. Saat virus menginfeksi tubuh, lambung biasanya akan mengeluarkan lebih banyak asam lambung sebagai respon kekebalan tubuh. Naiknya asam lambung menyebabkan mual dan perasaan ingin muntah.

4. Sakit perut

Pasien demam berdarah juga akan mengalami rasa sakit pada perut yang berasal dari luka yang disebabkan oleh infeksi pada ulu hati. Biasanya pasien demam berdarah justru akan merasakan sakit perut yang hebat sebelum mengalami pendarahan.

5. Muntah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa infeksi virus dengue dapat meningkatkan kadar asam dalam lambung yang mengakibatkan mual dan muntah.

6. Nyeri Otot

gejala demam berdarah

Sama halnya dengan penyakit malaria, nyeri otot juga merupakan salah satu gejala demam berdarah. Pada saat tubuh terinfeksi virus, sistem kekebalan akan menghasilkan cytokine, histamin dan protein lainnya untuk menangkal kerusakan dan mengalahkan infeksi tersebut. Akan tetapi, kadar zat tersebut jika terlalu tinggi dapat menyebabkan nyeri pada otot terutama pada pasien demam berdarah.

7. Bercak atau Ruam Merah

Demam, sakit kepala, dan ruam merah adalah tiga gejala utama demam berdarah. Ruam merah biasanya muncul pada kulit pasien saat tubuh berada dalam fase pertama demam tinggi.

Biasanya ruam tersebut muncul pada area wajah, leher dan dada yang kemudian bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain.

8. Diare

Diare dapat menjadi salah satu gejala akibat infeksi virus dengue, meskipun jarang ditemukan pasien demam berdarah yang mnegalami gejala ini. Berdasarkan penelitian, hanya 6 % dari pasien demam berdarah mengalami diare.

Infeksi virus dengue dapat menyebabkan masalah pada pencernaan dan penyerapan air pada usus besar sehingga penderita demam berdarah mengalami diare.

9. Gusi Berdarah

Disebut demam berdarah karena penyakit ini dapat menyebabkan pendarahan pada beberapa bagian tubuh, salah satunya adalah gusi. Pada saat tubuh terinfeksi virus dengue, pembuluh darah menjadi sangat rentan dan bisa dengan mudah pecah dikarenakan rendahnya permeabilitas dinding pembuluh darah.

Pasien demam berdarah biasanya disarankan untuk tidak menggosok gigi, atau menyentuh gusi dengan tusuk gigi.

Jika seseorang mengalami satu atau beberapa gejala diatas, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan penangan yang tepat. Pada saat terkena demam, sebaiknya pasien diberi paracetamol atau obat pereda demam yang lain. Hindari memberikan aspirin atau dispirin pada pasien yang mengalami demam akibat infeksi virus dengue.

Ingatlah selalu bahwa penting bagi pasien untuk selalu menjaga kadar cairan dalam tubuh dengan meminum cukup air atau larutan ion. Usahakan pasien mendapat istirahat yang cukup untuk mempercepat proses penyembuhan.

Olahraga pembentuk otot perut

Olahraga yang dapat membentuk otot perut diperlukan agar lemak yang tertimbun di perut dapat terbakar dengan baik dan tergantikan oleh masa otot. Beberapa olahraga pembentuk otot perut yang dapat Anda lakukan yaitu:

1) Sit up

Sit up adalah gerakan yang dapat membakar tumpukan lemak di perut dan membentuk otot-otot yang ada di sana.

  1. Berbaringlah terlentang di atas matras dengan kedua kaki lurus.
  2. Tempatkan kedua tangan di belakang atau samping kepala.
  3. Berusahalah mengangkat tubuh bagian atas hingga mencapai posisi duduk dengan kaki tetap dipertahankan lurus. Jika Anda kesulitan melakukannya, Anda dapat meminta bantuan seseorang untuk menahan lutut Anda.
  4. Jika Anda seorang wanita, disarankan untuk melakukan gerakan sit up dengan posisi lutut ditekut untuk mencegah cedera pada rahim Anda.

2) Back up

Back up memiliki gerakan yang berkebalikan dengan sit up. Jika sit up dilakukan dalam posisi terlentang, back up dilakukan dengan posisi tengkurap.

  1. Berbaringlah dengan posisi tubuh lurus tengkurap di atas matras.
  2. Letakkan tangan di samping tubuh atau belakang kepala
  3. Berusahalah untuk mengangkat bagian atas tubuh Anda tanpa bantuan tangan dengan tetap mempertahankan perut dan kaki Anda tetap menempel pada matras.

3) Sikap lilin

Anda juga dapat mengecilkan perut buncit dengan gerakan sikap lilin.

  1. Berbaringlah pada matras.
  2. Angkat kedua kaki lurus ke atas hingga perut Anda terangkat, kemudian sangga perut Anda dengan menggunakan kedua tangan di sebelah kanan dan kiri pinggang.

4) Gerakan bersepeda

Jika Anda tidak memiliki sepeda, Anda dapat melakukan gerakan bersepeda di rumah yang tetap dapat melatih seluruh otot perut, paha, dan juga kaki Anda.

  1. Berbaringlah terlentang pada matras.
  2. Angkat kedua kaki Anda dengan gerakan menyerupai mengayuh sepeda.

5) Ball crunch

Gerakan ball crunch adalah gerakan sit up yang dilakukan di atas bola karet besar.

  1. Duduklah pada sebuah bola karet besar dengan kaki menapak pada lantai.
  2. Baringkan tubuh Anda hingga pantat dan punggung Anda menyentuh bola besar.
  3. Letakkan kedua tangan di belakang kepala dan berusahalah untuk mengangkat bagian atas tubuh Anda dengan pantat tetap menempel pada bola.

6) Belly dance

Akhir-akhir ini olahraga belly dance atau tarian perut sedang menjadi trend. Olahraga yang menggunakan tarian sebagai gerakan dasarnya ini sangat asyik untuk dilakukan. Olahraga ini dapat membakar kalori, lemak di perut, dan membentuk masa otot perut dengan efektif.

Anda dapat melakukan seluruh rangkaian gerakan pembentuk otot perut secara berulang masing-masing 3 set setiap gerakannya dengan jumlah 1 set sebanyak 15-20 kali pengulangan. Olahraga ini disarankan untuk dilakukan setelah Anda selesai melakukan olahraga aerobik.

Cara mengecilkan perut buncit

Seorang pria dikatakan memiliki perut buncit yang mengarah kepada obesitas bila lingkar perutnya >102cm dan parameter untuk wanita yaitu >88cm.

Selain bentuk tubuh menjadi tidak ideal dan sulit untuk menemukan pakaian yang pas untuk tubuh, seseorang yang memiliki perut buncit mempunyai faktor risiko yang lebih besar untuk terserang berbagai penyakit tertentu, seperti penyakit kolesterol, diabetes, dan juga penyakit jantung.

Oleh karena itu, perut buncit tidak boleh disepelekan begitu saja dan Anda harus mulai mengambil langkah untuk mengecilkannya. Olahraga atau aktivitas fisik yang teratur dan diet adalah dua poin penting yang harus dilakukan sebagai cara mengecilkan perut buncit. Mari kita kupas satu per satu kedua poin tersebut.

1. OLAHRAGA/ AKTIVITAS FISIK

Olahraga menjadi salah satu langkah penting untuk mengecilkan perut buncit. Dengan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara teratur, kalori yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan dapat dimetabolisme dan diubah dengan baik menjadi energi sehingga tidak tertimbun menjadi lemak.

Seseorang disarankan melakukan olahraga secara teratur minimal 3x seminggu dengan durasi masing-masing minimal 30 menit. Beberapa olahraga atau aktivitas fisik yang dapat Anda lakukan untuk mengecilkan perut buncit yaitu:

A. Senam Aerobik

Senam Aerobik adalah salah satu jenis olahraga yang paling direkomendasikan karena dapat membakar kalori secara bertahap dan konsisten.

Berbeda dengan olahraga lain yang menguras tenaga dalam seketika seperti sepak bola atau lari jarak pendek, senam aerobik mempertahankan unsur-unsur penting dari aktivitas fisik yang baik, yaitu berkesinambungan, memiliki ritme dengan intensitas yang teratur berupa gerakan pemanasan, klimas, dan pendinginan. Hal tersebut membuat asupan oksigen yang dipakai tidak cepat habis dan dapat membakar kalori secara efektif.

Anda juga dapat melakukan latihan kardio untuk mengecilkan perut anda yang buncit. Berikut video latihan kardio dari fitnessblender.com yang bisa anda coba di rumah:

B. Berenang

Berenang adalah olahraga yang dapat mengecilkan perut buncit tanpa memberikan beban pada titik tumpuan tertentu dari tubuh.

Hal ini akan sangat membantu seseorang yang memiliki obesitas untuk dapat berolahraga dengan nyaman tanpa membebani kakinya untuk menopang badan. Prinsip pada olahraga renang tidak jauh berbeda dengan senam aerobik, dimana pembakaran oksigen dan kalori terjadi secara bertahap.

C. Jogging

cara mengecilkan perut buncit
Image: www.stepbystep.com

Jogging atau lari santai adalah pilihan olahraga paling sederhana untuk mengecilkan perut buncit. Setiap harinya Anda disarankan untuk melakukan olahraga ini minimal 30 menit untuk membakar 500-900 kalori dari tubuh Anda.

Jika Anda tidak memiliki waktu khusus untuk jogging, aktivitas seperti naik turun tangga atau memarkirkan kendaraan Anda jauh dari tempat kerja atau pusat perbelanjaan dapat Anda lakukan untuk tetap menjaga aktivitas fisik Anda.

D. Bersepeda

Bersepeda adalah kegiatan yang termasuk salah satu olahraga aerobik yang dapat membakar kalori secara bertahap dan dapat mengecilkan perut buncit dengan efektif.

Bersepeda 30 menit setiap harinya setara dengan pembakaran kalori sebesar 300 kalori. Selain perut buncit yang menghilang, kegiatan bersepeda juga dapat melatih otot paha dan tungkai Anda agar lebih kuat.

Faktor penyebab kelebihan berat badan

Riset menyebutkan bahwa ada lebih dari satu milyar penduduk dunia yang menderita kegemukan atau kelebihan berat badan, dan 300 juta diantaranya menderita obesitas. Konsumsi makanan berkalori tinggi dan lemak serta kurangnya olahraga adalah penyebab utama kegemukan atau obesitas.

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab kegemukan yang perlu diwaspadai, seperti:

1. Genetis

faktor genetik penyebab kelebihan berat badan
Gambar: megapeliculasonline.net

Faktor genetis adalah salah satu penyebab kegemukan atau obesitas yang tidak dapat dikendalikan. Orang tua yang memiliki berat badan berlebih atau gemuk cenderung akan menurunkan sifat ini pada anaknya. Jadi jangan heran jika anda menemui keluarga yang hampir seluruh anggotanya menderita kelebihan berat badan atau kegemukan.

2. Hormonal

Dalam tubuh manusia terdapat dua hormon utama yang mengendalikan berat badan, yakni Leptin dan Ghrelin. Kedua hormon ini dapat mempengaruhi berat badan seseorang. Meskipun, kedua hormon ini dipengaruhi secara genetis, namun fungsi kerjanya juga bisa dikendalikan oleh beberapa hal lain.

3. Konsumsi makanan

Konsumsi makanan tinggi karbohidrat, gula dan lemak adalah salah satu penyebab kelebihan berat badan. Karbohidrat adalah sumber energi utama dalam tubuh yang akan dipecah menjadi gula sederhana dan digunakan dalam proses metabolisme.

Jika mengkonsumsi karbohidrat berlebihan, tubuh akan menyimpan kelebihan tersebut didalam otot dan menyebabkan kegemukan.

4. Kurang olahraga

Kurangnya olahraga dapat memicu obesitas
Gambar: no.wikipedia.org

Kurang berolahraga adalah salah satu faktor penyebab kegemukan. Berdasarkan data yang dilaporkan oleh WHO, kurangnya aktifitas fisik termasuk olahraga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kegemukan dan obesitas yang dapat memicu timbulnya penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes.

Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit jantung dan diabetes adalah dua penyebab utama tingginya angka kematian di dunia.

5. Kurang konsumsi buah dan sayur

Buah dan sayur mengandung banyak nutrisi dan kaya akan serat yang bisa menjaga fungsi pencernaan dan organ tubuh lainnya. Kurang mengkonsumsi serat bisa menimbulkan banyak masalah seperti konstipasi, kegemukan, obesitas dan penyakit lain termasuk kanker.

6. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan dapat memicu kegemukan pada tubuh seperti pil KB atau pil kontrasepsi yang rutin dikonsumsi oleh wanita. Riset membuktikan bahwa pil yang mengandung estrogen dapat memicu akumulasi lemak dalam tubuh.

7. Gaya hidup

Gaya hidup dapat mempengaruhi tubuh kita dan menyebabkan kegemukan dan masalah kesehatan lainnya. Mengapa demikian? Gaya hidup modern cenderung membuat orang malas beraktifitas atau berolahraga dan mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori.

Banyaknya restoran cepat saji seringkali menjadi pilihan serta kebiasaan menghabiskan waktu dengan gadget di kala senggang bisa membuat tubuh kita lebih gampang gemuk.

8. Konsumsi alkohol

Faktor alkohol
Gambar: www.weedist.com

Alkohol adalah salah satu zat adiktif yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Minuman yang mengandung alkohol biasanya tinggi kalori dan dapat memicu rasa lapar. Biasanya orang yang mengkonsumsi alkohol akan makan lebih banyak dan cenderung makan makanan yang berkalori tinggi.

Berdasarkan hal tersebut, jika anda ingin menurunkan berat badan sebaiknya jauhi alkohol sebisa mungkin.

9. Kerusakan otak

Kerusakan yang terjadi pada otak juga bisa menjadi salah satu penyebab kelebihan berat badan dan bahkan obesiti. Pada tahun 1840 seorang dokter di Jerman menemukan seorang pasiennya mengalami kerusakan pada otaknya, terutama pada bagian hypotalamus dan pasien tersebut dengan cepat mengalami kenaikan berat badan dan menderita obesitas.

Turunkan Berat Badan Olahraga dan Aktivitas Fisik

Olahraga dan aktifitas fisik sangat penting dalam membangun postur tubuh dan mengurangi berat badan. Penelitian menyebutkan bahwa hanya dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori tidak akan menurunkan berat badan secara signifikan jika tidak dibarengi dengan aktifitas fisik.

Ada banyak cara untuk meningkatkan aktifitas fisik terutama bagi anda yang memiliki mobilitas yang rendah, seperti :

1. Usahakan untuk rutin melakukan aktifitas fisik

Anda tidak perlu berpikir bahwa aktifitas fisik selalu terkait dengan olahraga berat, melakukan aktifitas ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda selama satu jam dalam sehari cukup untuk menjaga berat badan anda.

2. Lakukan olahraga secara rutin cukup 10 menit tiga kali dalam sehari

Jika anda bekerja di kantor, maka anda bisa berjalan selama sepuluh menit, naik turun tangga atau melakukan aktifitas lainnya. Riset menunjukkan bahwa rutin melakukan aktifitas fisik 150 menit dalam seminggu mampu membantu menurunkan berat badan.

3. Lakukan aktifitas fisik lainnya

Jangan hanya duduk didepan TV, komputer atau gadget, cobalah untuk melakukan aktifitas lain yang melibatkan fisik seperti bermain basket bersama teman, berenang, hiking, atau berkebun saat akhir pekan. Selain membakar kalori, aktifitas fisik juga akan menurunkan produksi kortisol atau yang lebih dikenal dengan hormon pemicu stress.

Sebagaimana kita ketahui bahwa stress juga bisa berdampak buruk bagi tubuh, orang yang stress cenderung lebih banyak makan dan terus merasa lapar sehingga mengakibatkan kenaikan berat badan.

4. Lakukan peregangan otot dua kali dalam seminggu

Otot yang aktif bekerja lebih optimal dalam membakar lebih banyak kalori daripada otot yang jarang digunakan. Lakukan peregangan dengan cara berenang, push up, sit up, dan jenis aktifitas peregangan lainnya.

5. Lakukan latihan HIIT

Salah satu metode olahraga yang sangat dianjurkan bagi anda yang ingin menurunkan berat badan adalah HIIT atau High Intensive Interval Training. HIIT bisa dilakukan dengan jenis olahraga apa saja termasuk latihan kardio termasuk lari, jalan cepat, berenang dan lainnya.

Metode HIIT yang dimaksud adalah gabungan antara latihan dengan intensitas yang tinggi dengan waktu istirahat yang lebih panjang. Misalnya jika anda melakukan 30 menit latihan HIIT maka anda akan melewati beberapa fase yakni 1 menit berlari cepat dan 2 menit berjalan, kemudian 1 menit lari cepat dan 2 menit berjalan begitu seterusnya. Berikut metode HIIT dari fitnessblender.com yang bisa anda coba :

Latihan HIIT ini dinilai efektif dalam membakar lemak maupun kalori dalam tubuh dan juga merupakan salah satu metode latihan untuk menurunkan berat badan dalam waktu yang relatif singkat.

Gejala penyakit malaria

Penderita penyakit malaria umumnya baru merasakan gejala sakit beberapa hari hingga beberapa minggu setelah terinfeksi. Hal ini dikarenakan masa inkubasi penyakit malaria bervariasi tergantung kekebalan tubuh penderita dan spesies nyamuk penyebabnya. Masa inkubasi adalah masa di mana infeksi protozoa mulai masuk ke dalam tubuh manusia sampai akhirnya menimbulkan gejala.

1. Menggigil, demam tinggi, dan berkeringat

Tiga gejala di atas adalah gejala khas yang paling sering muncul pada penyakit malaria. Pada mulanya penderita akan menggigil selama 1-2 jam kemudian diikuti dengan demam tinggi. Selanjutnya penderita akan mengeluarkan keringat yang sangat banyak untuk melepaskan panas dan suhu tubuh penderita akan kembali normal atau bahkan lebih rendah.

Gejala klasik tersebut dapat muncul setiap 48 jam sekali atau 72 jam sekali bergantung pada spesies plasmodium yang menginfeksi. Pada plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, dan Plasmodium ovale, demam akan muncul setiap 48 jam sekali (demam tertier), sedangkan pada Plasmodium malariae, demam akan muncul setiap 72 jam sekali (demam kuartier).

2. Nyeri pada otot, tulang, dan sakit kepala

Gejala ini disebabkan karena reaksi sistem imun dalam tubuh yang mengeluarkan sejumlah senyawa yang berjuang melawan infeksi plasmodium yang sedang terjadi yang disebut dengan sitokin. Senyawa ini bertanggung jawab akan gejala yang muncul pada penyakit malaria termasuk nyeri otot, tulang, dan sakit kepala.

3. Rasa lemah dan mudah lelah

Rasa lemah dan mudah lelah yang muncul pada penyakit malaria terjadi akibat tubuh mulai kekurangan oksigen akibat rusaknya sel-sel darah merah yang berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

4. Badan menjadi kuning

Jika sudah terjadi komplikasi lebih lanjut, badan penderita malaria akan menjadi kuning. Hal ini berhubungan dengan sel-sel hati yang ikut rusak dan mengacaukan sistem pengeluaran empedu.

5. Anemia

Anemia atau penyakit kurang darah jelas terjadi pada penyakit malaria di mana sebagian besar sel darah merah telah dirusak oleh infeksi Plasmodium.

6. Mual, muntah, dan nafsu makan menurun

Gejala ini muncul akibat keterlibatan organ hati yang terinfeksi oleh plasmodium. Hal ini membuat metabolisme tubuh tidak dapat lagi berjalan dengan baik sehingga menyebabkan timbulnya rasa mual, muntah, dan nafsu makan menurun.

7. Limfa membesar

Limfa adalah salah satu organ yang juga berfungsi dalam pembentukan sel darah merah. Ketika sel-sel darah merah dalam tubuh dirusak, limfa akan bekerja keras untuk memproduksi kembali sel darah tersebut sehingga mengakibatkan pembesaran limfa. Selain itu, sel darah merah yang rusak tadi akan menumpuk di dalam limfa yang juga menyebabkan limfa membesar.

8. Penurunan kesadaran hingga koma

Pada kasus malaria yang sudah mengalami komplikasi ke otak atau yang disebut dengan malaria serebral, penderita akan mengalami kejang pada awalnya kemudian diikuti penurunan kesadaran hingga koma.

Penyebab penyakit malaria

Penyakit malaria dapat mengancam jiwa bila tidak ditangani dengan tepat dan segera. Setelah gigitan nyamuk Anopheles terjadi, Plasmodium akan masuk ke dalam tubuh manusia dan menginvasi sel hati hanya dalam beberapa menit. Setelah itu, protozoa ini akan ikut masuk ke dalam aliran darah dalam hitungan minggu.

Selama berada dalam aliran darah, malaria akan merusak sel-sel darah merah sehingga menimbulkan gejala demam. Infeksi ini akan terus berpindah dari satu sel darah merah ke sel darah merah yang lain hingga akhirnya semua sel darah rusak dan timbulah perdarahan serta kerusakan berbagai macam organ.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa infeksi protozoa yang disebut dengan Plasmodium.

Terdapat 5 spesies Plasmodium yang memiliki karakteristik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini pula yang menyebabkan munculnya variasi gejala, lamanya infeksi, dan tingkat keparahan antara penyakit malaria yang satu dengan yang lainnya. Kelima spesies Plasmodium penyakit malaria yaitu:

1. Plasmodium falciparum

Plasmodium falciparum merupakan malaria paling ganas yang dapat mengancam jiwa. Plasmodium ini menginfeksi semua sel darah merah dan menghasilkan jumlah parasit di dalam darah yang sangat tinggi (>5% sel darah merah terinfeksi). Infeksi malaria karena Plasmodium falciparum akan menimbulkan gejala dan komplikasi yang berat seperti gagal ginjal, koma, anemia berat, dan bahkan berujung pada kematian.

2. Plasmodium vivax

Plasmodium vivax hanya menginfeksi sel darah merah yang masih muda. Tingkat parasit dalam darah pun tidak setinggi pada plasmodium falciparum, yaitu kurang dari 2%. Hampir pada 50% penderita malaria dengan infeksi plasmodium vivax akan mengalami relaps/kambuh dalam beberapa minggu hingga 5 tahun sejak serangan pertama.

Hal ini dikarenakan Plasmodium vivax dapat bertahan dengan fase dorman di dalam tubuh. Fase dorman yaitu fase kepompong yang tidak menimbulkan gejala infeksi dan tidak dapat ditembus oleh antibodi. Gejala infeksi akan muncul kembali setelah fase dorman selesai.

3. Plasmodium ovale

Infeksi Plasmodium ovale secara garis besar mirip dengan Plasmodium vivax. Plasmodium ini hanya menginfeksi sel darah merah yang masih muda/belum matang, memiliki tingkat parasit dalam darah dalam jumlah sedikit, dan tidak lebih berbahaya daripada Plasmodium yang lainnya. Bahkan infeksi Plasmodium ovale dapat sembuh dengan sendirinya tanpa terapi apapun.

4. Plasmodium malariae

Seseorang yang terinfeksi Plasmodium malariae biasanya tidak menunjukkan gejala apapun untuk periode yang cukup lama, dibandingkan dengan orang yang terinfeksi Plasmodium vivax atau Plasmodium ovale.

Namun, tingkat kekambuhan Plasmodium ini cukup tinggi dibandingkan dengan Plasmodium yang lain dan biasanya menunjukkan gejala yang berhubungan dengan masalah ginjal, yaitu sindrom nefrotik. Sindrom nefrotik adalah kumpulan gejala yang menunjukkan kebocoran protein pada ginjal. Hal ini timbul karena Plasmodium malariae menyebabkan penumpukan kompleks antigen dan antibodi di dalam ginjal.

5. Plasmodium knowlesi

Plasmodium knowlesi pertama kali ditemukan pada seekor kera. Awalnya parasit ini hanya menginfeksi kera dan kerap ditemukan di negara-negara Asia Tenggara. Namun, ternyata plasmodium ini juga dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan kondisi yang fatal. Oleh karena itu, terapi pada malaria yang disebabkan Plasmodium knowlesi dilakukan secara agresif sama seperti pada Plasmodium falciparum.

Beda jenis nyamuk penyebab malaria dan DBD

beda nyamuk malaria dan DBD

Malaria dan demam berdarah sama-sama ditularkan oleh gigitan nyamuk. Hanya saja malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina, sedangkan demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Sekilas kedua nyamuk tersebut tampak sama, tetapi jika diamati dengan lebih seksama, nyamuk tersebut memiliki ciri dan juga cara yang berbeda dalam menghisap darah. Berikut perbedan nyamuk Anopheles dengan nyamuk Aedes Aegypti:

  1. Nyamuk Anopheles memiliki kaki yang berwarna hitam polos, panjang dan lebih besar, sedangkan pada kaki nyamuk Aedes Aegypti terdapat gambaran bintik-bintik hitam putih.
  2. Badan pada nyamuk Anopheles lebih kecil dan pendek, sedangkan pada nyamuk Aedes lebih bulat dan tampak bintik-binitk seperti macan tutul di badannya.
  3. Saat menghisap darah manusia, nyamuk Anopheles akan menunggingkan badannya, sedangkan nyamuk Aedes akan menghisap darah dengan posisi badan sejajar dengan kulit manusia.
  4. Nyamuk Anopheles lebih suka tempat yang kotor dan dapat beredar sepanjang hari, sedangkan pada nyamuk Aedes lebih menyukai genangan air yang bersih dan berkeliaran terutama siang hari.

My aitmbel.org Blog